Minggu, 11 April 2010

TOPOLOGI JARINGAN

Apabila dilihat dari jenis hubungannya, maka topologi jaringan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
Topologi cincin (ring topology)
Topologi bus (bus topology)
Topologi bintang (star topology)
Berikut adalah ilustrasi dari ketiga topologi di atas :
1.1.1 Topologi cincin (ring topology)
Topologi jenis cincin ini menghubungkan satu komputer di dalam suatu loop tertutup. Pada topologi jenis ini data atau
message berjalan mengelilingi jaringan dengan satu arah pengiriman ke komputer selanjutnya terus hingga mencapai
komputer yang dituju. Waktu yang di butuhkan untuk mencapai terminal tujuan disebut walk time (waktu transmisi).Ada dua hal yang dilakukan oleh suatu terminal ketika menerima data dari komputer sebelumnya, yaitu :
1. Memeriksa alamat yang dituju dari data tersebut dan menerimanya jika terminal ini merupakan tujuan data
tersebut.
2. Terminal akan meneruskan data ke komputer selanjutnya dengan memberikan tanda negatif ke komputer pen-
girim.
Apabila ada komputer yang tidak berfungsi maka hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya jaringan, tapi apabila
satu kabel putus akan mengakibatkan jaringan tidak berfungsi.
1.1.2 Topology bus (bus topology)
Topologi jaringan jenis ini menggunakan sebuah kabel pusat yang merupakan media utama dari jaringan. Terminal-
terminal yang akan membangun jaringan dihubungkan dengan kabel utama yang merupakan inti dari jaringan.
Data yang dikirimkan akan langsung menuju terminal yang dituju tanpa harus melewati terminal-terminal dalam
jaringan, atau akan di routingkan ke head end controller . Tidak bekerjanya sebuah komputer tidak akan menghentikan
kerja dari jaringan, jaringan akan tak bekerja apabila kabel utamanya dipotong atau putus.
Jaringan ini merupakan jaringan yang banyak digunakan karena hanya dalam beberapa meter kabel dapat di-
hubungkan ke banyak terminal client. Jaringan ini biasanya menggunakan kabel coaxial sebagai media transmisinya.
Kabel coaxial dilihat adri bentuk fisiknya mirip dengan kabel antena. Kabel ini mempunyai kapasitas bandwidth yang
besar (2MB), sehingga apabila dihubungkan dengan banyak terminal akan terlayani dengan baik.
1.1.3 Topologi bintang (star topology)
Jenis topologi jaringan ini menggunakan satu terminal sebagai terminal sentral yang mengubungkan ke semua terminal
client. Terminal sentral ini yang mengarahkan setiap data yang dikirimkan ke komputer yang dituju. Jenis jaringan
ini apabila ada salah satu terminal client tidak berfungsi atau media transmisi putus atau terganggu makan tidak akan
mempengaruhi kerja dari jaringan, karena gangguan tersebut hanya mempengaruhi terminal yang bersangkutan.
Kelemahan dari jenis topologi jaringan ini adalah ketergantungan terhadap suatu terminal sentral. Hal tersebut
merupakan suatu gangguan yang sangat berarti apabila terminal sentral tersebut mendapatkan gangguan, sehingga
dicari suatu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi yang banyak dilakukan adalah dengan
menggunakan dua buah terminal sebagai server, sehingga apabila satu server dalam keadaan down dapat dialihkan ke
server yang kedua dan begitu seterusnya.
1.2 TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP terdiri dari lapisan-lapisan protokol. Untuk memudahkan dalam memahaminya maka akan diambil contoh
pengiriman email. Dalam pengiriman email yang diperlukan adalah protokol untuk email. Protokol ini mendefin-
isikan perintah-perintah yang diperlukan dalam pengiriman email, dan protokol ini juga mengasumsikan bahwa ada
hubungan antara terminal yang mengirim dengan terminal yang dituju. Dalam hal ini perintah-perintah tersebut diatur
oleh TCP dan IP. TCP mengatur masalah perintah-perintah pengiriman data, mengawasi jalannya data dan memas-
tikan data tersebut sampai ke tujuannya, apabila ada bagian dari data yang tidak mencapai tujuan maka TCP akan
mengirimkan ulang. Proses tersebut terus berlangsung sampai data yang dikirimkan sampai ke tujuannya. Apabila
ada data yang sangat besar untuk dimuat dalam satu datagram maka TCP akan memecahnya menjadi beberapa data-
gram dan kemudian mengirimkan ke tujuan dan memastikan sampai dengan benar. TCP dapat dianggap sebagai suatu pembentuk kumpulan - kumpulan routine (perintah) yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk dapat berhubungan dengan
terminal lain dalam jaringan.
Tidak semua perintah yang dibutuhkan oleh aplikasi terdapat dalam TCP/IP. IP adalah protokol yang memu-
at semua kebutuhan aplikasi dalam berhubungan antar terminal. Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa TCP
bertanggungjawab di masalah pengiriman dan dalam memecah data menjadi bagian-bagian kecil, maka IP merupakan
pembuka jalan hingga sampainya data ke terminal tujuan. Pelapisan-pelapisan protokol tersebut berguna untuk men-
jaga agar data dapat sampai dengan sempurna.
Beberapa layanan dasar tapi merupakan layanan yang penting diberikan oleh TCP/IP adalah :
File Transfer (FTP)
Remote Login (menggunakan fasilitas TELNET)
Mail elektronik
Sebenarnya masih banyak lagi layanan yang dapat diberikan oleh TCP/IP, hanya tidak akan kita bahas sekarang.
1.3 LAN (Local Area Network)
Local Area Network merupakan salah satu arsitektur jaringan yang paling sederhana dan dapat dikembangkan menjadi
arsitektur jaringan yang lebih luas cakupannya. Luas cakupan LAN itu sendiri tidakmelebihi dari satu area yang terdiri
dari beberapa terminal yang saling dihubungkan sehingga menambahkan fungsi dari terminal itu sendiri Layanan-
layanan yang dapat diberikan LAN adalah penggunaan file bersama (file sharing) atau penggunaan printer bersama,
(printer sharing).
Biasanya LAN menggunakan satu server untuk melayani kebutuhan clientnya, tetapi tidak menutup kemungki-
nan untuk menggunakan >1 server, tergantung kebutuhan dari client itu sendiri. Biasanya yang menjadi pertimbangan
adalah jenis layanan yang dibutuhkan dan performansi jaringan itu sendiri. Apabila jenis layanan yang dibutuhkan
banyak (mail, web, ftp server), maka sebaiknya server yang digunakan lebih dari satu dan hal tersebut akan mempen-
garuhi kinerja jaringan yang menggunakan layanan-layanan terserbut.
Penamaan terminal dalam suatu jaringan menggunakan apa yang disebut IP Address (Internet Protocol Address).
Sedang penamaan penamaan server berdasarkan nama domainnya disebut DNS (Domain Name Server). Kedua cara
penamaan ini merupakan cara penamaan yang biasa digunakan dalam jaringan. Hal-hal lebih lanjut akan kita bahas
langsung pada pengaplikasian instalasi jaringan pada bahasan selanjutnya.
1.3.1 Penamaan alamat IP
IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin. IP Address adalah
sekelompok bilangan biner 32 bit yang di bagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit
(sering disebut IPV4). Untuk memudahkan kita dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP, maka umumnya
penamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal.
Misal :
11000000.10101000.00001010.00000001
192 . 168 . 10 . 1
1.3.2 Pembagian kelas IP
Alamat IP dibagi menjadi kelas-kelas yang masing-masing mempunyai kapasitas jumlah IP yang berbeda-beda. Pada
Tabel 1.1 ditampilkan kelas-kelas pengalamatan IP. Pada tabel tersebut x adalah NetID dan y adalah HostID
Kelas Format Kisaran Jumlah IP
A 0xxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyy 0.0.0.0 - 127.255.255.255 16.777.214
B 10xxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyy 128.0.0.0 - 191.255.255.255 65.532
C 110xxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyy 192.0.0.0 - 223.255.255 254
1.3.3 Subnetting
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Tujuan dalam
melakukan subnetting ini adalah :
Membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
Keteraturan
– Kelas A subnet : 11111111.0000000.00000000.00000000 (255.0.0.0)
– Kelas B subnet : 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0)
– Kelas C subnet : 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)
Misal suatu jaringan dengan IP jaringan 192.168.10.0 ingin membagi menjadi 5 jaringan kecil (masing-masing
48 host), yang artinya harus dilakukan proses subnetting dalam jaringan tersebut. Langkah pertama yang harus kita
lakukan adalah membagi IP jaringan tersebut (192.168.10.0 <- kelas C) menjadi blok-blok yang masing-masing blok minimal terdiri dari 48 host. Seperti kita telah ketahui bahwa tiap-tiap kelas C mempunyai 255 IP maka perhi-
tungannya adalah sebagai berikut :
255/5 = 51
Masing-masing subnet mempunyai 49 alamat IP (masing-masing diambil 2 untuk IP broadcast dan IP network).
Berikut adalah pengelompokan dari jaringan-jaringan tersebut :
192.168.10.0 - 192.168.10.50 digunakan oleh jaringan 1
192.168.10.51 - 192.168.10.101 digunakan oleh jaringan 2
192.168.10.102 - 192.168.10.152 digunakan oleh jaringan 3
192.168.10.153 - 192.168.10.203 digunakan oleh jaringan 4
192.168.10.204 - 192.168.10.224 digunakan oleh jaringan 5
Subneting diperlukan agar host pada satu jaringan tidak dapat mengakses host pada jaringan lain secara langsung.
Untuk pembagian 51 host : 51 = 00110011 (biner). Nilai 8 bit tertinggi dari subnetting kelas C adalah : 255 =
11111111
00110011
------------- (negasi)
11001100 (8 bit terakhir dari subnet kelas C) = 204
maka IP subnetmask nya : 255.255.255.204
1.4 Instalasi perangkat jaringan
Pertama-tama kita harus terlebih dahulu mengetahui jenis ethetnet card kita agar mempermudah kita dalam memilih
modul apa yang akan digunakan. Misalnya jenis NE2000 compatible, dan juga harus kita ketahui pula variabel-
variabel pendukungnya (io dan irq). Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
1.4.1 Inisialisasi module
#modprobe ne io=0x300
Bila kartu ethernet yang kita gunakan adalah jenis ne2000 dengan io=0x300
#modprobe ne2k-pci io=0x300 irq=5
Bila kartu ethernet yang kita gunakan adalah jenis ne2000 PCI dengan io=0x300 dan irq=5
1.4.2 Menentukan alamat IP ethernet card
Misal kita tentukan IP Address Ethernet Card kita adalah 192.168.0.11
#/sbin/ifconfig eth0 192.168.0.11
1.4.3 Memeriksa konfigurasi ethernet card
Kita jalankan lagi
#/sbin/ifconfig -a
Apabila keluar output seperti di bawah :
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:00:1C:07:01:22
inet addr:192.168.0.11 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:869146 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:1104
TX packets:871799 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:44040 txqueuelen:100
Interrupt:5 Base address:0x300
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
UP LOOPBACK RUNNING MTU:3924 Metric:1
RX packets:109480 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:109480 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
Maka berarti ethernet card telah terkonfigurasi dengan baik. Sekarang test koneksi dengan terminal lain, untuk ini kita
gunakan perintah ping
#ping 192.168.0.12
Maka bila tidak ada masalah akan ditampilkan output seperti berikut ini :
PING 192.168.0.12 (192.168.0.12) from 192.168.0.11 : 56(84) bytes of data.
64 bytes from venus.planet.tzo.com (192.168.0.12): icmp_seq=0 ttl=128 time=1.5 ms
64 bytes from venus.planet.tzo.com (192.168.0.12): icmp_seq=1 ttl=128 time=0.8 ms
64 bytes from venus.planet.tzo.com (192.168.0.12): icmp_seq=2 ttl=128 time=0.8 ms
64 bytes from venus.planet.tzo.com (192.168.0.12): icmp_seq=3 ttl=128 time=0.8 ms
64 bytes from venus.planet.tzo.com (192.168.0.12): icmp_seq=4 ttl=128 time=0.8 ms
--- 192.168.0.12 ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0.8/0.9/1.5 ms

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda cukup menuliskan comment anda di bawah ini...